
Dua polisi satlantas melambaikan tangan, entah apa maksudnya itu. Tapi hati yang was-was terus menyimpulkan “Wah ada operasi, Gak Duwe SIM misan”. Beberapa Meter dari dua polisi tersebut, 180 derajat ku putas motorku. Memang sering terjadi operasi di Posngancar blora itu.Perempatan Kaliwangan,belok kiri (ke utara) ku lalui jalan desa itu, jalan yang mungkin belum ada sentuhan dana pemerintah untuk rehabilitasi. Sesekali berhenti karena mulut jalan yang terbuka. “Wahai jalan tak lelahkah membuka mulutmu, apa karena kaki, roda motor atau uang yang membuat mu begitu”, senyuman hatiku sambil menata gir motor sesekali satu atau dua.
Semakin lama, alam mulai tak bersahabat (maaf alam bukan
maksud menyalahkanmu), mengapa tidak jalan masih tanah polos
dipinggiran sawah. Alhamdulillah, sering kali ku lihat petani yang sedang panen. Senyum, tawa mengiringi kerja mereka tanda syukur pada tuhan. Belepotan tanah pasti tentu. Ku tancap gas dengan kecepatan tak biasanya menuju sma n 1 tunjungan.
Air Kran Mushollah begitu segar, deras, bersih dan jernih yang siap membersihkan kotoran di celanaku. Agar bersih saat di labkom, sesegera ku tulis tulisan ini.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar